Tentunya kita sudah mengetahui bahwa kabel UTP yang digunakan pada jaringan ethernet, mempunyai keterbatasan jarak. Kita hanya bisa menghubungkan komputer dengan jarak maksimum 100m. Jika kita menggunakan kabel Coax (kabel yang mirip dengan kabel antena TV), jarak yang bisa kita dapatkan mampu mencapai 500m. Baik, lalu berapakah jarak sebuah jaringan wireless?
Jaringan wireless mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jaringan fisik yang menggunakan kabel. Pada jaringan wireless, yang menentukan jauh tidaknya sebuah jaringan tergantung dari kekuatan signal yang dipancarkan. Jadi mungkin saja pada jarak 50m, komputer A bisa terhubung dengan jaringan wireless sementara komputer B tidak bisa. Hal ini disebabkan oleh kekuatan signal dan kemampuan antena dari komputer A dan komputer B.
Pada ruang terbuka, jaringan 802.11b dan 802.11g mempunyai jangkauan 110m sedangkan 802.11a sekitar 100m. Jangkauan ini akan berkurang banyak jika digunakan pada ruangan tertutup, akibat dari halangan tembok ataupun diakibatkan oleh benturan signal dengan benda-benda yang ada di dalam sebuah ruangan. Untuk memastikan jarak yang ditempuh, kita harus melakukan survei lokasi, karena setiap kondisi memiliki karakteristiknya masing-masing.
Untuk meningkatkan kemampuan ataupun jarak tempuh jaringan wireless, kita bisa menaikkan power atau daya listrik yang digunakan namun cara ini dibatasi oleh peraturan pemerintah. Cara yang sering digunakan adalah dengan menaikkan atau menggunakan antena dengan kemampuan yang lebih tinggi. Dengan antena ini, kemampuan menangkap signal yang ada di udara dan juga kemampuan memancarkan signal menjadi lebih kencang dan kuat, otomatis, hal ini akan meningkatkan jarak tempuh jaringan wireless.
Source : ku kutip dari tulisan om S'to