Sabtu, 08 Mei 2010

802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n

Dalam bahasan pertama (IEEE dan Wi-Fi) telah dijelaskan mengenai unit kerja jaringan wireless, dari semua unit kerja wireless yang ada, kelompok kerja 802.11b ternyata menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu. Produsen yang sudah gatal dengan spesifikasi jaringan wireless segera membuat peralatan dengan spesifikasi ini dan dalam waktu singkat, peralatan yang dibuat berdasarkan spesifikasi ini sudah bisa ditemukan dimana-mana.

Dalam perbedaan waktu yang tidak terlalu lama, kelompok kerja 802.11a ternyata juga telah menyelesaikan spesifikasi untuk 802.11a dan kecepatan yang didapatkanpun ternyata berbeda jauh. Jika 802.11b hanya mampu bekerja dengan kecepatan 11 Mbps, 802.11a mampu mengirimkan data sampai dengan kecepatan 54 Mbps!


Suatu cerita sukses ? ternyata tidak! Spesifikasi 802.11a ternyata tidak kompetibel dengan 802.11b karena penggunaan frekuensi radio (RF) yang berbeda. 802.11a menggunakan frekuensi 5 Ghz sementara 802.11b menggunakan frekuensi 2,4 Mhz. Akibatnya adalah produk-produk yang bekerja dengan spesifikasi 802.11b tidak bisa berkomunikasi dengan peralatan yang dibuat dengan spesifikasi 802.11a.

Apakah produsen dan konsumen rela membuang alatnya dan menggantinya dengan 802.11a demi kecepatan 54 Mbps ?tentu tidak, karena biaya yang dikeluarkan terlalu besar sehingga 802.11a menjadi kurang sukses dipasaran dan 802.11b tetap berjaya sampai detik ini (saat ini memang sudah terdapat alat yang mampu memancarkan 2,4 Ghz dan 5 Ghz namun peralatan unu masih mahal harganya).

Melanjutkan kerberhasilan unit kerja 802.11b, unit kerja yang lain yaitu 802.11g membuat spesifikasi yang baru yang kompetibel dengan 802.11b. spesifikasi yang diselesaikan pada tahun 2003 ini mampu mengalirkan data dengan kecepatan yang sama dengan 802.11a yaitu 54 Mbps. Kedua spesifikasi ini, 802.11b dan 802.11g adalah yang paling banyak ditemukan saat ini dipasaran.

Spesifikasi lanjutan dari 802.11g adalah 802.11n yang sampai detik ini masih dikerjakan dikerjakan. Perkiraan penyelesaiannyapun sudah beberapa kali mengalami kemunduran. Terakhir, batas waktu penyelesaian dimundurkan lagi dari tahun 2008 menjadi paling lambat akhir tahun 2009, spesifikasi baru ini disiapkan untuk mampu bekerja pada kecepatan sampai 248 Mbps dan kompetibel dengan jaringan 802.11b dan 802.11g.

Beberapa vendor yang tidak sabar telah mengeluarkan produk dengan kalimat embel-embel seperti Speed Booster (linksys), SuperG (surecom), High Speed, Turbo,dll. Yang berkemampuan 108 Mbps atau bahkan lebih. Kecepatan yang ditawarkan oleh masing-masing vendor ini tidak saling kompetibel karena memang standarisasi untuk kecepatan diatas 54 Mbps yang sedang digodokoleh 802.11n belum selesai dilakukan.

Tidak semua vendor berlomba-lomba dalam mengeluarkan produk dengan kecepatan diatas standar, Motorola merupakan satu-satunya vendor yang resmi menyatakan tidak akan mengeluarkan produk wireless sampai standarisasi 802.11n selesai diratifikasi.

Info kecil!!!

Istilah bit dan byte tampaknya sangat sederhana tapi sangat membingungkan. Dulu aku pernah dengar protes tentang hal seperti ini pada pengguna speedy, karena di brosur telkom speedy yang katanya mampu mendownload dengan kecepatan 384 Kbps ternyata hanya mampu mencapai kecepatan yang sangat sedikit yaitu 29,6 KB/Sec (pada saat kita download software misalnya sering terlihat Transfer rate-nya pada download manager). Apa yang terjadi? Permasalahan ini terjadi jarena penggunaan bit dan byte yang rancu dan membingungkan bahkan pada penggiat komputer sekalipun. Satuan yang digunakan untuk menunjukkan kecepatan suatu jaringan, biasanya digunakan satuan “bit”. 1 Kilo bit sama dengan 1000 bit sehingga 384 Kbps sama dengan 384.000 bit/second.

Permasalahan ini terjadi ketika program penunjuk seperti dialog box download di windows dan kebanyakan program lainnya menggunakan satuan “byte”. Supaya pengguna bertambah binggung, singkatan bit dan byte pun hanya dibedakan oleh huruf besar dan huruf kecil. Misalnya 1 Kbps (dengan huruf “b” kecil) artinya 1 kilo bit/sec, sedangkan 1 KBps (dengan huruf “B” besar) artinya 1 byte/sec. Satuan byte sendiri merupakan satuanuntuk menunjukkan 8 bit, atau singkatnya 1 byte = 8 bit.

Dengan demikian kecepatan download 384 Kbps mempunyai arti yang sama dengan 48 KBps (384 dibagi 8), artinya dalam keadaan yang sangat teramat ideal sekali, barulah pengguna akan mendapatkan kecepatan download sebesar 48 KBps/sec dan kecepatan 29,6 KBps/sec tentunya sudah sangat bagus dan bisa diterima! kebanyakan orang yang masih awam tentang satuan yang digunakan akan terjebak disini...



Source : ku kutip dari tulisan om S'to

802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Uch